Last Gift

Taeyeon POV

Hari ini aku bosan. Sudah setengah jam aku tak beranjak dari tempat dudukku. Aku sedang memikirkan sesuatu yang bisa membuatku bersemangat kembali.
Hmm sepertinya dari pada aku hanya diam disini, lebih baik aku pergi ke rumah Sica.

Wah.. betapa senangnya aku saat melihat ada mobil yang berplat nomor 5218 TO. Mau tau mengapa aku senang?
Hm, nanti saja aku ceritakan di rumah Sica!

Sudah sampai yah.
TOK TOK TOK “Sica! Ada orang dirumah?”
Krek “Annyeong.. oh Taeyeon. Masuk.. Ada apa kau datang?” tanya Sica sambil mengembangkan senyumnya yang begitu indah
“Annyeong, Sica.. aku bosan dirumah dan memilih pergi ke rumahmu untuk bercerita-cerita” jawabku sambil membalas senyumnya
“oh kalau begitu, ayo masuk ke kamarku” ajaknya
“Annyeong Taeyeon” sapa Jung ajumma yang ternyata sedang ada dirumah hari itu
“Annyeong ajumma..” balasku padanya sambil mengembangkan senyumku

Aku tiba di kamar Sica.
“Sica, tadi aku menemukan mobil yang berplat nomor 5218 TO!”
“ohya? Sepertinya kau semakin suka terhadap Onew!”
“Sepertinya memang begitu..”
“Sebentar ya, aku ambil minum dan camilan dulu”
“Iya”
Sica meninggalkanku sendirian di kamarnya.
‘Eh, apa itu?’
Aku mendekati coretannya. Aku menyidik-nyidik coretan yang tertoreh di tembok kamar Sica.
‘Ini… apa-apaan dia?’
“Eh? Taeyeon? Kau melihat…”
“Sica.. Maksudmu apa?”
“Maaf.. Maafkan aku Taeyeon.. Jangan marah padaku” katanya sambil menundukan kepalanya
“Tak apa, tak apa Sica.. Aku tidak marah..” jawabku sambil mendekatinya
“Aku memang salah.. aku salah..”
“Kau tidak salah.. Tidak ada yang perlu disalahkan disini.. Tenanglah..”
“Tapi, Taeyeon.. Aku menyukainya.. Hm, baiklah aku akan melupakannya..”
“Sica.. Aku mengerti.. Dan kau tidak perlu melupakannya.. Lagipula Onew bukan miliku..”
“Benar tidak apa-apa?”
“Iya..” jawabku sambil mengembangkan senyum yang menurutku ini adalah senyum terburuk yang pernah ku kembangkan selama aku hidup
Setengah jam berlalu dengan keadaan yang sangat membosankan. Ya, kami saling diam tak berkata. Lebih baik aku pulang saja. Mungkin kami berdua butuh waktu untuk merenung.

***

Jessica POV

Aku sadar, aku menyakiti sahabat terbaikku. Baru saja ia mendapati bahwa aku suka terhadap Onew, orang yang juga ia sukai. Aku bersalah, namun aku tak dapat melenyapkan perasaan ini.
Apa yang harus aku lakukan?
Aku benar-benar bukan sahabat yang baik. Aku membiarkan sahabatku sakit.
Apa sebaiknya aku lupakan..?
Ah. Aku yakin aku tak bisa melakukannya. Sebaiknya aku minta pendapat Sooyoung.
“Hallo.. Sica ada apa?”
“Taeyeon tau.. Aku menyukai Onew.”
“Lalu? Bagaimana?”
“Dia bilang tidak apa jika aku masih menyukai Onew, tapi aku merasa tidak enak padanya. Menurutmu bagaimana?”
“Jika kau bisa, lupakan saja Onew.. Tetapi seperti yang kau tahu bahwa melupakan itu butuh waktu, kau serahkan saja semuanya pada waktu..” kata-katanya yang bijak keluar dari bibir manisnya
“hm, baiklah”

*** Keesokan harinya…

Taeyeon POV

Hari ini aku kembali pergi ke kampus.
Oh itu Sooyoung!
“Sooyoung!”
“Iya? Ada apa?”
“Apa kau tau perasaan Sica?”
“Maksudmu?”
“Kau tau kan bahwa Sica menyukai..”
“Iya.. Aku juga sudah tau semuanya dari Sica”
“Sica itu cantik.. Lebih cantik dariku, ia juga pintar.. Tapi mengapa ia harus memilih untuk menyukai seseorang yang juga aku sukai?”
“Apa kau tidak senang jika Onew bersama orang yang ia pilih?”
“Iya, aku senang.. Tetapi mengapa harus bersama orang yang dekat denganku?”
“Aku yakin ada seseorang yang bisa menerimamu apa adanya..”
Kami terdiam sejenak sambil meneruskan perjalanan menuju kelas.
“Onew pernah berkata padaku, bahwa ia takut Sica tidak akan pernah menyukainya”
“Jadi Onew juga menyukai Sica?”
“Sepertinya begitu.. Tapi Taeyeon.. Sebaiknya kau percaya bahwa ada orang yang lebih pantas untukmu dari pada Onew”
“Iya..”

Sesampainya kami di ruang kelas, kami duduk di tempat biasa.

***

Jessica POV

Mereka datang, sahabat-sahabatku.
Aku mendekati Sooyoung.
“Sooyoung.. Aku tidak bisa melupakan Onew..” kataku sambil tanpa sengaja menjatuhkan air mataku di depan Sooyoung yang dengan spontan memelukku
“Sica.. ingat apa kataku.. Kau tidak akan bisa langsung melupakannya.. Kau membutuhkan waktu untuk itu..”
“Aku takut aku tak bisa.. Aku menyakitinya..” tambahku seraya terus mengeluarkan air mataku dan melepaskan pelukan Sooyoung
“Percaya padaku dan kau pasti bisa..”

***

Taeyeon POV

Itu Onew, sedang merenung di kursi depan kelas.
Aku mendekatinya, duduk disampingnya.
“Onew”
“Apa?”
“Kau menyukai Sica?”
Ia pergi dari situ dan melihat kedalam kelas. Aku tau ia melihat ke arah Sica.
“Aku pun tak yakin” balasnya setelah mengalihkan pandangannya dari Sica
“Kalau kau memang suka padanya, kau bisa memilikinya..”
“Onew! Bisa antar aku ke kantin? Aku belum sarapan” ajak Key, teman dekatnya.
“Baiklah. Ayo..”
Onew meninggalkanku di depan pintu. Aku kembali ke bangkuku.

Waktunya pulang. Aku harus menyempatkan mengobrol dengan Onew.
“Onew! Aku harus berbicara denganmu.. Hanya dengan empat mata”
“Hmm. Baiklah. Ayo, kita ke kursi depan kelas..”
Beberapa saat kemudian kami duduk di kursi tersebut
“Aku ingin meneruskan obrolan kita yang tadi terpotong oleh Key..”
“Ya, bagaimana?”
“Aku ingin kau bersama Sica”
“Maksudmu?”
“Kau menyukainya kan? Kau harus bisa memilikinya..”
“Taeyeon.. Aku tidak yakin.. Saat ini aku tidak yakin apa aku menyukainya atau tidak..”
“Yakinkanlah dirimu, Onew.. Kumohon..”
Ia merenung, aku yakin ia sedang memikirkan Sica. Aku yakin itu. Dan aku ingin mempersatukan mereka.
“Iya” balasnya setelah beberapa saat ia merenung
“Apa?”
“Iya, aku masih menyukainya”
Ingin ku keluarkan air mata ini. Tapi aku tak mau itu terjadi di depan Onew.
“Aku akan membantumu mendapatkannya, aku janji.. Ini janji terakhirku”
“Maksudmu? Maksud terakhir itu apa?”
“Aku.. Aku..” tanpa sempat aku melanjutkan kalimatku, aku langsung lari karna tak kuat menahan air mata
“Taeyeon!!!”
Aku tak peduli, aku tak peduli terhadap Onew yang memanggilku

Aku tiba dirumah. Rumah yang kosong karna aku telah ditinggal ayah dan ibuku. Ya, aku anak sebatang kara, anak yatim piatu.
Tapi, aku sendiri tidak mengerti apa yang dimaksud ‘terakhir’. Aku kan masih bisa membuat janji di lain hari dan pada orang lain, tapi mengapa ini? Ada yang salah dengan diriku.
Sudah, aku tak ingin memikirkannya.

dugeun dugeun gaseumi teolyowayo.. jakku jakku...

Telponku berdering.
“Hallo, Sica..”
“Taeyeon, maaf..”
“Mengapa kau meminta maaf?”
“Aku belum bisa melupakan Onew.. Maaf..”
“Sudahlah Sica.. Tidak usah lagi meminta maaf, dan tidak usah lagi kau berusaha melupakan Onew”
“Tapi Taeyeon, aku…”
“Sudahlah Sica.. Jangan seperti itu.. Dan aku minta kau terima jika Onew memintamu menjadi miliknya”
“Aku tidak mau menyakitimu Taeyeon..”
“Sudahlah, Sica jangan pedulikan perasaan aku saat ini..”
“Maafkan aku, Taeyeon..”
“Sudahlah Sica.. Aku mau makan, nanti kita teruskan llagi ngobrolnya di kampus”
“Yasudah, selamat malam..”
Aku menutup telponnya. Tadi itu telpon yang terakhir aku terima.

Eh? Apa? Terakhir? Maksudku ini apa?

*** Keesokan harinya……

Jessica POV
Seperti biasa, datang ke kampus aku langsung merenung.
Jika aku menjadi milik Onew, apa Taeyeon akan rela?
Aku tak yakin, lagipula belum tentu juga Onew menyukaiku.

… Siang hari, saat pulang Kampus …

Aku pulang bersama Taeyeon saja.
Aku berjalan menuju gerbang untuk menyusul Taeyeon yang sudah menunggu di gerbang keluar Kampus.
Loh?! Apa itu? Mengapa anak-anak berkumppul disana? Sebaiknya aku menghampirinya.
“Ta.. Taeyeon!! Taeyeon!” teriakku sambil menggoyang-goyang tubuh sahabatku yang terbaring lemas di tengah jalan dan berlumuran darah
“Sica.. Kuberikan Onew, untukmu.. Dia milikmu!” katanya lemas
“Tidak! Onew milikmu!” sanggahku
“Permintaan terakhirku hanya satu! Hiduplah bahagia bersama Onew, selamanya”
“Taeyeon! Kau tak pantas berkata begitu!” kataku dengan sedikit membentaknya
“Taeyeon!” teriak Onew yang langsung mendekati kami
“Onew! Aku ingin melihat kalian berdua bersama selamanya.. Bahagia selalu, maka aku akan tenang disana!” kata Taeyeon yang masih terbaring lemas
“Onew! Cepat panggilkan ambulans!” perintahku
“Ambulan sedang dalam perjalannan!” kata Key yang langsung mendekati kami

“Itu dia! Ambuulannya!” kata Onew

*** di rumah sakit

“Bertahanlah Taeyeon!” bisiku di telinga Taeyeon.
Sepertinya ia sudah tidak kuat.
“Taeyeon kau kuat!” kataku sambil mendorong kasur dorongnya
“Maaf, anda hanya bisa mengantar pasien sampai sini” Suster yang akan merawat Taeyeon menutup ruangannya. Aku bersama Key dan Onew hanya bisa menunggu cemas.
“Sicaa!!” terdengar suara Sooyoung dari kejauhan
“Sooyoung!” balasku. Sooyoung mendekat ke arah kami
“Maaf, aku telat.. Bagaimana Taeyeon?” tanyanya
“Belum tahu” jawabku

Krek

“Dokter, bagaimana Taeyeon?” tanya Sooyoung saat dokter baru keluar dari ruangan
“Maafkan kami.. Taeyeon, sudah pergi..”
“hiks hiks hiks” air mataku mulai bercucuran, Sooyoung memelukku.
“Mengapa harus dia? Mengapa Taeyeon?” tanyaku sambil sedikit membentak seraya mengalirkan banyak air dari mataku. Sooyoung terus mengelus-elus lembut punggungku
“Sica, ia ingin kita hidup bahagia.. Maukah kau menjadi miliku?” tanya Onew
“Demi sahabatku, aku mau menjadi milikmu..” jawabku seraya melepas pelukan Sooyoung.
Taeyeon, semoga dengan ini kau bisa tenang disana.

- e n d -

ISENGAN #2

Hem, halo reader...! Udah lama ga bikin something new di blog ini. Kenapa coba? Kalian pasti tau dong! Tau kan! Tau yah, harus tau lah! Ya kan sekarang aku udah jadi anak SMA, kesibukan main aku makin bertambah. Baru nyadar loh seribet ini ya jadi anak SMA. Dikirain SMA bisa lebih bebas daripada SMP dulu. Eeh eh eh eh eh ternyataaaaaaaaaaa sepertinya no days without a task! hahahah Inggrisan dikit deh biar keren.
Kangen banget sama blog ini, udah lama juga ga bikin fanfic tentang my lovely SNSD. Sebenernya bukan fanfic juga sih, lebih tepatnya fanfactfic! Soalnya di setiap ff selalu ada factnya di awal, sisanya adalah fiction. Apasih ini jadi cerita ff? Gapenting boo! Capcus cyiin!
Oh iya, aku mau sedikit bercerita tentang kehidupan baru aku sekarang yang bisa dibilang sedikit lebih ceria dari sebelumnya. Dulu kalau aku dirumah, sendirian. Ga ada hal lain yang bisa dilakuin selain ngerjain tugas dan main mini game di komputerku. Tapi sekarang, sejak aku jadi penduduk baru di BABAKAN PRIANGAN III Negara Kesatuan Republik Sapuluh aku jadi punya banyak temen rumah. Aku bisa pake motor sekarangpun berkat temenku disini, namanya Pusspa Nur Octaviana.
Banyak hal yang bisa aku lakuin disini, dan aku lebih bebas. Tapi ga bebas-bebas juga siiiiih masih harus jaga sopan santun kalau ngga nanti dibilang anak nakal lageh harus tetep bisa ngendaliin diri juga yah kalau ngga nanti kesurupan. Aku masuk ke sebuah komunitas anak-anak jahil dan kocak bernama SGN Brigade / NomerodSention Crew. Iyah walaupun aku sering dijailin, bahkan sering ga dianggap, tapi aku ngerti, itu cara mereka bercanda. Cara mereka hidup senang! Bagi aku, lebih baik di jaili dari pada di diemin. Kenapa coba? Mau tau? Kita lihat setelah pesan-pesan berikut ini. Soalnya kalau didiemin hampir sama rasanya kaya yang ga dianggap. Walaupun sering dibilang "kamu bukan bagian dari kami", lebih baik gitu daripada kita ngomong ga didenger. Bener ga readers? #apasih pd amat, kaya ada readersnya aja xD Udah ah segini dulu tentang SGNnya. Lain kali kalau ada event penting aku coba post deh. Emang bakalan ada yang baca yah?
Aku sekarang lagi nyari-nyari inspirasi nih buat bikin new fanfic. Bantu doa yaaaah. Udah ngebet pengen mencurahkan cerita keseharian aku lewat fanfic. Tapi aku bingung harus mulai dari sebelah mana.
Oh iya, tapi dibalik keceriaan aku, aku masih lebih sering ngerasa sedih loh. Aku masih pengen bapak ada disamping aku sekarang. Aku harap bapak mau sering-sering datang ke mimpi aku. Sekarang bapak lebih sering masuk ke mimpi mamah dari pada ke mimpi aku. Miris banget ya hidup ku. Mamah licik deh. Readers, do you know something? Sekarang aku udah jarang banget ngetik panjang-panjang. Makanya ngetik segini aja cape. Mungkin karna faktor ngantuk juga sih. Eh tapi ga ngantuk juga sih.. Ya mungkin karna emang udah jarang kelatih lagi aja ini tangan ak buat ngetik panjang banget. Sekarang otak aku juga tambah lemot loh readers. Ada yang tau kenapa ga? Sekarang butuh berkali-kali mikir buat ngerti apa yang orang lain omongin. Alhasil aku ketawa setelah yang lain selesai ketawa. Haha konyol yaah...
Ah udah cape ngetiknya hahahaha dadah readers.....! Tunggu comeback stage ku yah. Aku bakalan bikin FF baru nih. Hahaha tapi ga janji bisa jadi cepet. Soalnya yang tadi aku bilang NO DAYS WITHOUT ANY TASKS! Sabar menunggu yaaah
Dadah readers! Salam sayang dari aku, Arina Salma :D

Nyuri dari Buku Agenda punya Ayah #1

Ga kerasa udah 2 minggu lebih aku ditinggal sama Bapak kandungku yang sangat kucintai. Si Mamah lagi nyari nomor telepon temennya Bapak di buku agenda Bapak. Waktu ngebuka halaman-demi-halaman, ketemu dengan sebuah tulisan yang berjudul "Pemenang vs Pecundang." Dikirain itu emang bikinan Bapak, ternyata waktu aku search di mbah google hasilnya ada lumayan banyak. Aku mau post lagi di blogku yang kusayangi ini belahan jiwaku (???).

Pemenang Vs Pecundang

Seorang murid bertanya pada gurunya "Guru.. apa yang harus kulakukan agar aku menjadi pemenang dalam kehidupan ini, bukan sebagai pecundang?"
Sang guru menjawab, "Pelajari perbedaan antara keduanya."

Jika pecundang selalu jadi bagian dari masalah, pemenang selalu bagian dari solusi.
Jika pecundang selalu punya alasan, pemenang akan selalu punya program.
Jika pecundang berkata "Itu bukan pekerjjaanku," pemenang akan berkata "Biar aku yang mengerjakan itu."
Jika pecundang melihat persoalan dari setiap jawaban, pemenang melihat jawaban dari setiap persoalan.
Jika pecundang melihat kesalahan dari setiap kebaikan, pemenang melihat kebaikan dari setiap kesalahan.
Jika pecundang berkata "Itu mungkin untuk dikerjakan tapi sulit," pemenang akan berkata "Itu sulit tapi mungkin untuk dikerjakan."

Kalau kau mau melakukan seluruh ciri-ciri dari pemenang, kaulah yang akan menjadi pemenang!

Sekian.

Sumber : Buku Agenda Ayah Tercinta

Nama-nama Terpanjang

1. Nama Desa Terpanjang

Llanfairpwllgwyngyllgogerychwyrndrobwllllantysiliogogogoch ialah sebuah desa di pulau Anglesey di Wales, Britania Raya. Desa ini tercatat dalam Guiness Book of Record sebagai tempat yang namanya terpanjang di Britania.


2. Nama Orang Terpanjang


Autumn Sullivan Corbett Fitzsimmons Jeffries Hart Burns Johnson Willard Dempsey Tunney Schmeling Sharkey Carnera Baer Braddock Louis Charles Walcott Marciano Patterson Johansson Liston Clay Frazier Foreman Brown
ke 27 kata itu adalah nama seorang anak di Inggris. Namanya diambil dari 25 nama petinju top dari seluruh dunia. Sisa 2 adalah nama depan dan nama keluarga. Wuih, pasti papa nya penggemar tinju yah

3. Nama Bukit Terpanjang


Taumatawhakatangihangakoauauotamateaturipukakapikimaungahoronukupokaiwhenuakitanatahu

adalah nama sebuah bukit di Porangahau, di selatan Waipukurau di selatan Hawke's Bay, Selandia Baru. Nama ini biasanya disingkat jadi Taumata. Trus buat apa panjang2

4. Nama Domain dan Nama Kota Terpanjang


http://www.llanfairpwllgwyngyllgogerychwyrndrobwllllantysiliogogogoch.co.uk/merupakan situs untuk mempromosikan sebuah kota di Anglesey, Gwynedd, Inggris. Nama kotanya sama kayak nama situsnya.


5. Nama Album Terpanjang


he Who Dwells in the Secret Place of the Most High Shall Abide Under the Shadow of the Almightyadalah nama sebuah album yang dirilis oleh mantan penyanyi Sin Ad O'Connor


6. Nama E-Mail Terpanjang


yourname@abcdefghijklmnopqrstuvwxyzabcdefghijklmnopqrstuvwxyzabcdefghijk.com nama yang sangat panjang untuk sebuah email address
cara daftarnya, masuk aja ke web nya di http://www.abcdefghijklmnopqrstuvwxyzabcdefghijklmnopqrstuvwxyzabcdefghijk.com/

7. Nama Tempat Terpanjang


Krungthepmahanakonbowornratanakosinmahintarayudyayamahadiloponoparatanarajthaniburiromudomrajniwes hasatarnamornpimarnavatarsatitsakattiyavisanukamphrasit nama tempat di Thailand.

8. Nama Perkumpulan Terpanjang (di Indonesia)

KNNYPNITDI

Ikatan Komikus Nggak Nyambung Yang Punya Nama Ikatan Terpanjang Di Indonesia.
haha.. Aneh banget namanya yah.

source : http://dobel-klik.blogspot.com

Kisah Lisa Marie

 Cerita ini lumayan menyedihkan. Semoga pembaca dapat tersentuh oleh bacaan ini.
 
Beberapa tahun yg lalu, seorang gadis 15 tahun bernama Lisa Marie meninggal gantung diri di rumahnya. Dia seorang gadis manis dan tinggal di Michigan. Lima hari setelah kematiannya ,ibunya menemukan buku hariannya di kamarnya.
Ibunya ingin mengetahui sebab kematiannya.

Berikut adalah isi buku harian tsb :

> > November 7,1999
Dear Diary, hari ini hari pertama sekolah di Michigan. Pada saat saya masuk kelas, saya diejek murid2 cowok yang menyebut saya org aneh. Inilah awal hari yg buruk. Kemudian bbrp murid cewek cantik dan populer mendatangi saya dan memperkenalkan diri mereka. Mereka mengatakan saya org terjelek yang pernah mereka temui. Saya pun menangis. Saya lalu pulang ke rumah dan menelepon Jake. Saya pikir hari ini akan menjadi lebih baik. Namun dia katakan bahwa hubungan jarak jauh tidak bisa bertahan ; sekarang dia tinggal di California. Lalu saya katakan bhw saya mencintainya dan rindu padanya. Tetapi dia mengakui bhw alasan dia pacaran dengan saya adalah karena dia ditantang teman2nya. Dia lalu memutuskan hubungan padahal kami sdh berpacaran selama 2,5 tahun.

November 9,1999
Saya sungguh rindu pada Jake. Tapi dia merubah ! nomor telp-nya shg saya tdk bisa menghubunginya. Hari ini seorang cowok populer mengajak saya ke pesta dansa. Kemudian cewek2 cantik kemarin mengajak saya makan siang bersama. Wow, sungguh menyenangkan !

November 10,1999
Saya sedang menangis sekarang. Ternyata cowok itu brengsek. Dia menumpahkan minumannya pada baju saya lalu cewek2 itu mengoyak baju saya. Semua orang menertawakan saya. Lalu nenek memberitakan bhw papa dan mama tabrakan pagi ini dan mrk dlm keadaan kritis.
Saya tdk sanggup menulis lagi.

November 11,1999
Hari ini Sabtu , nenek dan saya di rumah sakit sepanjang malam. Papa meninggal pagi ini. Mama lumpuh seumur hidup. Sewaktu di RS , nenek baru tahu dia diserang kanker perut dan harus dikemoterapi. Saya masih tdk percaya papa sdh meninggal. Saya sudah capek menangis. Saya letih. Saya harus tidur.

November 12
Papa tdk meninggal ! Tidak mungkin ! Ini semua hanya mimpi. Hidup saya sempurna. Jake msh mencintai saya. Saya tidak bisa menulis lagi. Saya sudah menangis terlalu lama. Saya ingin mati. Bawalah saya.
 
Keesokan harinya Lisa ditemukan tewas gantung dengan tali berwarna kuning. Saya ibunya. Nama saya Miranda Gonzalez. Saya menulis email ini agar org lain tidak mengalami apa yg dialami anak saya. Ingatlah semua orang ingin dicintai dan dipeluk setiap hari. Tidak ada seorang pun yang pantas diejek dan dihina.
Tak seorangpun yang ingin meninggal seperti anak saya Lisa. Janganlah menjadi orang yang merasa sok popular dan suka merendahkan orang lain hanya karena kita merasa lebih dari mereka. 

http://fianzoner.blogspot.com/

ISENGAN #1

Udah lama banget aku ga buka blog ini. Setengah taun ada lah. Tujuan aku ga buka blog selama ini tak lain dan tak bukan karna adanya UJIAN NASIONAL yang semakin menghampiri. Yah niatnya sih ga akan nge-blog sampai aku dinyatakan LULUS. Tapi gimana lagi, ada tugas TIK yang memaksa untuk ONLINE.Ya, ini masuk ke UJIAN PRAKTEK. Perasaan kelas 9 banyak aturan ya? Tapi itu juuga demi menggapai cita-cita setinggi tiang listrik, eh setinggi langit.


Ya ga cuma aku kan yang buka BLOG. Yang lain juga banyak, temen sekelas dan temen luar kelas yang seangkatan juga disuruh bikin BLOG. Yah untung aku udah punya, jadi ga terlalu ribet juga ngurusin BLOGnya.


Sebenernya, awalnya aku males banget buka blog ini. Pasti isinya AMBURADUL, awal buka aja udah tutup mata. Mana buka page-nya lama lagi. Biasa pake modem buat NGABALEDOG ANJING. Waktu pagenya mulai kebuka, benarlah isinya tak karuan. Pengen bkin blog baru, tapi malas lagi. Yaudah daripada susah-susah aku download aja template baru terus ganti, WIDGET-nya pada dihapusin.


Kalau ada yang mau download template blog langsung search aja di MBAH GOOGLE. Gampang kok.


Udah lama juga aku ga bikin FANFICTION. Satu-satunya tempat aku menyalurkan bakat. *Ah ngga deng, bohong!*



Udah ah, mau belajar dulu. (100% BOHONG)

Inilah Dia

Yunsang itu adalah sahabatku. Sahabat? Mmm, aku tidak yakin. Musuh? Bukan juga. Ayolah aku tidak tahu apa posisinya di mataku. Mungkin dia hanya sebatas teman biasa? Tapi, itu tak mungkin. Kami berdua pernah menghabiskan waktu untuk bercerita, tepatnya saling bercerita satu sama lain tentang masalah masing-masing. Keadaan itu sangat menghangatkan batinku. Aku merasa punya teman sebenarnya. Sampai pada akhirnya ada suatu perasaan yang sangat mengganjal hatiku. Perasaan itu sangat merusak.
Iya, apalagi selain rasa suka?
Rasa itu sungguh menghantuiku. Hampir setiap hari aku ingin melihatnya. Satu hari aku tidak melihatnya aku benar-benar kehausan. Aku, aku, aku tidak tau, siapa yang salah atas kejadian ini.
Aku benar-benar tak tahan, aku harus memendam rasa ini terus-menerus. Sampai saat aku menceritakan tentang ini pada temanku. Dengan langsung dan tanpa pikir panjang ia memberitahu tentang perasaanku pada Yunsang.
Mimpi apa aku semalam? Aku takut Yunsang menjauhiku. Aku takut hubungan kita tidak akan sebaik dulu. Aku takut hayalanku sendiri, khayalanku berkata bahwa Yunsang akan menolakku mentah-mentah.
Tapi aku bersyukur, ternyata khayalanku tidak menjadi kenyataan. Semua berjalan seperti biasa, tanpa ada permusuhan. Bahkan kami semakin dekat karna adanya kejujuran tentang perasaanku.
Sampai satu tahun lebih aku menyukainya, tak ada timbal balik darinya. Iya aku tau, aku terlalu buruk untuknya. Diapun mendapatkan yang lebih baik dari aku. Dan sejak saat itu aku dan dia semakin merenggang, maksudku hubungan kami semakin merenggang.
Pada akhirnya ia pun meminta aku untuk melupakannya. Itu sakit menurutku. Dan aku pun selalu berusaha untuk itu. AKu berusaha melupakan perasaanku. Bukan melupakan orangnya. Yunsang itu berarti untukku, dan perasaannya pun berarti untukku. Aku rela sakit hati demi dia. Bodoh memang, tapi yasudahlah.
Tapi, meski ia sering sekali membuatku sakit hati, aku akan terus mencoba untuk memperbaiki hubunganku dengannya. Bukan sebagai teman special. Tetapi sebagai sahabat. Walau tak bisa mendapatkan hatinya, tapi aku masih tetap ingin membantunya jika ia membutuhkan bantuanku. Aku tak peduli seberapa banyak ia membolongi hatiku, aku akan tetap ada untuknya disaat ia membutuhkan aku.


-Kim Sunyeon-

A Red Envelope - FanFiction (Chapter END)

“Onew hyung, kau berhasil!!” kata Taemin sambil memeluk Onew

“Bagus! Good job dongsaeng-ah” kata Leeteuk sambil menepuk pundaknya

CLAP “aargh” teriak semua orang yang ada disana

Beberapa saat kemudian CLAP

“fiuhh”

“ah barang-barangnya hilang” kata Key sambil melihat ke sekeliling

“kerja sama yang bagus dongsaeng-ah” kata Heechul

“hwaiting!!” kata Taeyeon sambil mengepalkan tangannya

“menjadi leader memang pekerjaan yang berat” kata Onew

“Ne. Kita harus menjaga dongsaeng-dongsaeng kita” tambah Taeyeon

“benar sekali” balas Leeteuk

“Tapi, ternyata terror ini tidak terlalu mengerikan” kata Key

“Bagimu tidak mengerikan. Tapi di alamku itu mengerikan. Aku melihat kepala Key dan Taemin dipenggal, saat giliran Minho aku keburu berhasil kabur dari tempat itu” jelas Onew

“MWO? LEHERKU? DIPENGGAL?” tanya Key seraya membelalakan matanya

“Ne, seperti itulah, waktu itu aku hanya sempat melihat Ryeowook dipenggal” kata Leeteuk

“kalau aku sudah hampir semuanya, tinggal aku sendiri yang dipenggal, tetapi akhirnya aku berhasil” kata Taeyeon

“Bagaimana dengan Victoria noona? Dia melihat siapa saja yang dipenggal?” tanya Taemin

“kalau tidak salah ia sudah melihat Krystal..” kata Taeyeon seraya mengingat-ingat

“bukan unnie.. tapi Sulli juga, kalau tidak salah Sulli peserta ketiga, berarti dia sama seperti unnie” balas Sooyoung

“Sulli peserta ketiga, tetapi Victoria berhasil keluar pada saat pemenggalan Sulli dimulai” tambah Leeteuk

“Sudahlah.. mengapa jadi membahas kasus F(X)?” kata Onew

“Minnie duluan” kata Key

DRAG

“Siapa itu?” Tanya Jonghyun heran, dia pun pergi ke pintu. Namun naas, nasib Jonghyun saat itu benar-benar tidak beruntung

“aaargh” teriak Jonghyun kesakitan karna terbanting ke tembok akibat tubrukan hebat yang ia alami

“hiaaat ciatt!! Aku dengar kalian dapat terror? Ada yang terluka diantara kalian berempat? Bagaimana dengan pemain bola kita? Sehat-sehat saja? Tukang masak? Penari kita bagaimana? Leader dubu bagaimana?” tanya Changmin yang baru datang tiba-tiba nyerocos

“ada yang mau aku masakan sesuatu? Oh! Bagaimana Key? Baik-baik saja? Ada yang terluka akibat hantu-hantunya tidak?” tanya Jaejoong yang sama-sama baru datang

“aku terluka!!” teriak Jonghyun dari mulut dorm SHINee

“JongJong-ah!” Changmin langsung pergi ke pintu dorm, diikuti Jaejoong

Mereka berdua menggotong Jonghyun ke ruang tengah

“Leeteuk hyung!! Taeyeon! Sooyoung!! Awaaas! Ada yang terluka!” teriak Jaejoong

“Ya! Ya! Ya! Kalian ini kenapa?” tanya Leeteuk seraya beranjak dari duduknya

“hyung!! Jonghyun terluka!!” bentak Changmin. Semua orang terdiam sejenak. Hero dan Max menatap ke arah Jonghyun yang mencoba untuk beranjak dari posisi tidurnya.

“heheheh Mianhae hyung.. dongsaeng..” Changmin hanya nyengir melihat semua orang yang disana menatap tajam ke arah Jaejoong dan Changmin

“HEROOOO!!!! MAAAAX!!!!” teriak Leeteuk dan Heechul.

“HYUUUUNG!!!!” teriak anak-anak SHINee

“OPPAAAA!!” teriak Sooyoung dan Taeyeon

“KALIAN BERDUAAAAA!!!! MAU MEMBUAT KERUSUHAN YAA?” teriak anak-anak sedorm kompak

Jaejoong dan Changmin cuma nyengir dan buru-buru ngacir keluar.

Di luar dorm SHINee.

“Hyung.. Mengapa kita diusir? Kan kita mau membantu mereka?” tanya Changmin

“sepertinya terrornya sudah selesai, dan kita terlalu sibuk mengurusi Jonghyunnie, padahal yang kena terror kan Onew, Key, Minho, dan Taemin” jelas Jaejoong

“memang susah menjadi orang baik” kata Changmin

“Ne. Begitulah. Sabar saja ya dongsaeng-ah”

“yasudah kita kembali ke dorm saja ya hyung”

“iya”

“I got you~~” Changmin berjalan sambil menyanyi

“Under my skin~~” tambah Jaejoong

Di dalam dorm SHINee.

“Mereka dasar.. ckck padahal sunbae kita, tapi tingkah lakunya amat menganehkan” kata Leeteuk

“Sama anehnya seperti Super Junior –T dan Happy ya hyung?” tanya Taemin dengan polosnya

Leeteuk dan Heechul menatap tajam ke arah Taemin

“Kalian mem…” tanpa sempat Taemin meneruskan omongannya tiba-tiba tangan Key yang lembut mendarat di bibirnya Taemin

“Minnie-ah hentikan!!” bisik Key

“hem sudah yuk kita pulang saja ke dorm.” Ajak Sooyoung

“yasudah ayo.. annyeong SHINee” kata Taeyeon

“annyeong dongsaeng-ah” kata Leeteuk dan Heechul

“annyeong sunbae ah” kata Key

“Terror ini sangat melelahkan ya” kata Onew

“iya, tapi kenapa Sulli tidak ikut datang ke sini ya? Padahal kan dia ikut di terror juga. Mengapa tidak ada anggota F(X) yang mengunjungi kita?” kata Taemin

“ehem.. Ya! Ya! Taeminnie-ah kau menyukai Sulli ya?” tanya Key sambil menatap tajam ke arah Taemin

“Tidak hyung!” jawab Taemin

“atau Krystal?” tanya Key lagi

“Tidak kok hyung..”

“aaaaaaaaaaaaaaaaarrgh~~~” terdengar suara teriakan Minho dan Jonghyun dari dapur

“kalian kenapa? Ada hantu lagi?” tanya Onew sambil lari ke arah dapur, diikuti Key dan Taemin

“MAKANAN KITA HILAAANG!!” teriak Jonghyun lagi. Terdiam sejenak, kelima anak itu saling berganti tatapan

“SOOYOUNG NOONAAAAAAA!!!!” teriak kelima anak SHINee.

“Pantas saja tadi dia mengajak pulang duluan.. Rupanya tidak mau ketahuan kalau dia yang merampas makanan kita ya?” kata Taemin sambil mengepalkan tangannya

“Ayo ke dorm SoShi!! Kita pinta hak kita!!” tambah Taemin

“Taeminnie-ah sudahlah, nanti kita beli saja lagi” kata Key, Taemin mengerucutkan bibirnya

“Jangan-jangan, niat mereka datang kesini memang mau meminta makannan lagi..” kata Onew menerka-nerka

Di dorm SoShi

“kekeke, unnie aku berhasil mencuri ini” kata Sooyoung sambil mengeluarkan makanan dari kantongnya

“ah dasar shikshin.. kau ini memalukan sekali.. itu kan punya SHINee” kata Taeyeon. Sooyoung nyengir dan tiba-tiba mata semua orang menatap tajam sang shikshin

“Jangan-jangan kau memakan habis persediaan makanan milik SHINee ya?” tanya Jessica

“kekeke begitulah” jawab Sooyoung seraya membuka bungkusan snack yang ia curi

“CHOI SOOYOUNG!!!! MEMALUKAN!!” teriak anak se-dorm

Di dorm F(X)

“oh, benarkah oppa?” tanya Luna yang sedang ditelfon seseorang

“iya, tapi mereka sudah selamat” saut orang dibalik telfon

“oh syukurlah oppa, terima kasih infonya” Luna menyimpan gagang telfonnya

“Menurut Heechul oppa, SHINee juga kena terror, tadi SuJu dan SoShi berkumpul di dormnya SHINee, tapi tidak semuanya. Dan akhirnya Jaejoong oppa dan Changmin oppa hanya mengacau acara disana” jelas Luna

“APA? Kenapa si Heechul oppa tidak bilang dari tadi? Aku kan ingin ikut ke dorm SHINee”

“Oh, Sulli.. kau ingin melihat Taemin oppa ya?” tanya Krystal menatap tajam temannya itu

“Tidak! Aku hanya ingin lihat bagaimana mereka menyelesaikan terrornya” balas Sulli

“Ah masa??” tanya Krystal semakin menatap tajam

“Ah bilang saja kau juga ingin bertemu Key oppa, iya kan?” tanya Sulli membalas tatapan tajamnya Krystal, Krystal hanya mengerucutkan bibirnya

Di dorm DBSK

“Hyung, SHINee selamat?” tanya Yoochun

“Ne, hanya Jonghyun yang tidak selamat” jawab Jaejoong

“apa? JongJong tidak selamat?” tanya Yunho

“Ne” jawab Changmin polos

“Bukannya JongJong tidak kena terror?” tanya Junsu heran

“Memang tidak kena terror, tapi dia bertabrakan dengan kami di pintu dorm SHINee, sehingga dia terbentur ke tembok..” jelas Jaejoong

“Tragis sekali” balas Junsu

- s e l e s a i -

A Red Envelope - FanFiction (Chapter 3)

“coba yang kanan” perintah Sooyoung

“hmm ne..”

Key kembali menusukan jarumnya ke telunjuknya

“argh.. Kali ini terasa sakit..” kali ini usahanya tidak sia-sia. Telunjuk Key berhasil mencucurkan darah

“cepat, teteskan ke perekatnya!!” perintah Taeyeon

TES. TES. TES

DRAGG WOOSH tiba-tiba jendela dorm terbuka dan angin bertiup kencang

“argh mataku sepertinya kelilipan” kata Key sambil mengucek matanya

“Lihat!! Mata Key hyung tidak lagi ada di amplop itu!” Kata Taemin

“Ne~” kata Onew lalu meraih amplopnya

“Mengapa gelap?” tanya Key

“kyaaaaa~~” teriak Jonghyun, Taemin, Onew dan Minho

“MATAMU KEY!!” teriak Onew

“Tenang oppa!! Matanya akan baik-baik saja.. percaya padaku oppa..” kata Sooyoung

BRUG tubuh Key melemas dan tiba-tiba terjatuh

“Key-ah!” teriak Jonghyun

“Di alam lain ia akan menemukan petunjuk mengenai pelepasan terror yang kedua.. Tenang saja, dia akan selamat” kata Sooyoung

“Lalu apa yang harus kami lakukan sekarang?” tanya Jonghyun

“menunggu Key kembali dari alam sana” kata Taeyeon

***

- KEY -

aigoo.. Pusing sekali.. ah? Apa itu? Aku mendekati kedua benda berbentuk bulat melayang dan memancarkan cahaya yang sangat menyilaukan. Ah? Itu mata, ne. Tepat sekali, itu adalah mata. Tapi entah mengapa aku tidak merasa takut sedikitpun. Perlahan dari mata itu terbentuk manusia, lama-lama aku mengenali wajah, postur tubuh, dan suaranya..

“Kim Kibum”

ia memanggilku. Aku menjawabnya “Ne. Kau siapa?”

aku menanyakannya karna aku rasa ada yang janggal dari dirinya.

“aku adalah kau.. Key” jawabnya.

Aku sama sekali tidak mengerti maksudnya. Ne, wajah, postur tubuh, dan suaranya memang benar-benar aku. Tapi apa mungkin ada aku di hadapanku sedangkan aku ada disini.

“ayo ikut aku” tadinya aku bermaksud menanyakan apa yang ia maksud, tetapi ia mengajaku pergi ke suatu tempat, lebih baik aku mengikutinya.

“ambil gulungan itu, lalu kembalilah ke asalmu dengan cara mencari cahaya yang datang dari arah langit di sekitar sini” perintahnya.

Aku mulai berjalan ke arah gulungan yang ditunjuknya. Aku sudah menggenggam gulungannya.

“ini maksudmu?” aku bertanya pada diriku yang satunya, tetapi aku tidak mendengar suaranya lagi.

Aku menoleh ke arahnya, ternyata ia sudah lenyap. Mungkin memang ini gulungan yang Key maksud. Aku segera mencari cahaya yang dimaksudnya. Ah! Itu dia! Aku melihatnya. Ne, aku benar-benar melihatnya. Aku mendekati cahaya itu. Disana aku melihat ada Onew hyung, Minho, dan juga Taeminnie.

Mereka meminta tolong padaku “Hyung selamatkan aku” terdengar suara lembutnya yang khas.

Ne, dia dongsaeng-ku yang kusayangi.

“Pasti! Pasti Taeminnie-ah!” balasku sambil melambaikan tanganku padanya.

Tiba-tiba aku kembali ke alam ku yang asli, dan melihat wajah-wajah cemas dari Hyung, Minho dan Taemin.

***

“Hyung, kau cepat sekali! Tidak sampai 5 menit kami menunggumu” kata Taemin dengan wajah sumringah

“cepat? Aku fikir, aku lama sekali ada di alam yang berbeda itu” balas Key

“sudah-sudah tidak usah mengurusi hal yang seperti itu. Buka gulungannya” perintah Taeyeon

“eh ngomong-ngomong ada makanan tidak? Aku lapar” tanya Sooyoung

“Dasar noona.. Ambil saja di kulkas” kata Taemin

Sooyoung pergi ke dapur. Sementara Taeyeon dan yang lain sedang membaca gulungan terror itu.

“Darah!! Aku butuh darah! Darah!!”

“Hanya tertulis seperti ini? Kalau begini apa yang harus kami lakukan?” tanya Key

“Darah orang kedua. Siapa diantara kalian yang melihat hal aneh untuk yang kedua kali?” tanya Taeyeon

“Taemin” jawab Onew

“Ne, aku orang keduanya” balas Taemin

“coba kalian lihat, apa disini ada gambar telinganya?” tanya Taeyeon

“ada, disebelah sini.” Kata Minho sambil menyentuh gambar telinganya

“jangan sentuh!!” larang Taeyeon. Tapi ia terlambat memberitahukannya. Tangan Minho keburu menyentuh telinganya

“memang kenapa noona?” tanya Key

Minho peserta keberapa?” tanya Taaeyeon

“ketiga” jawab Minho

“fiuhh. Untung kau bukan keempat. Karna jika kamu menyentuh salah satu gambar dari organ tubuh peserta lain itu berarti kamu harus mengeluarkan darahmu dari organ tubuhmu yang diterror juga” jelas Taeyeon

“MWO? Tadi aku sudah menyentuh mata Key yang ada di alat perekatnya itu juga.. apa aku harus mengeluarkan darah dari keenam jariku?” tanya Minho

“tidak. Hanya tiga” jawab Taeyeon

“noona tahu mengenai itu dari mana?” tanya Jonghyun

“waktu itu. Fany iseng mencari buku tentang mistery di sebuah perpustakaan, ia mendapatkan buku panduan itu, dan tanpa melihat isinya ia langsung saja membawa bukunya ke dorm SoShi. Ternyata di dalamnya ada amplop itu. Setelah SoShi berhasil keluar dari jeratan terror itu, amplop yang kini berada di tangan kalian juga menerror SuJu, DBSK, dan F(X). Di SuJu, orang yang kena terror itu Heechul oppa, Ryeowook oppa, Leeteuk oppa, dan Yesung oppa. Di DBSK hanya Junsu oppa yang tidak diterror. Di F(X) hanya Amber yang tidak di terror. Dan sekarang kalian hanya Jonghyun yang tidak diterror. Dan kita hanya tinggal menunggu terror selanjutnya” terang Taeyeon

“jadi semua ini berawal dari…” Minho menahan perkataannya

“Ne, semua ini berawal dari SoShi.. Stephanie Hwang.. Ia yang menyebabkan semua ini terjadi” tambah Taeyeon

“Jangan menyalahkan SoShi dan juga Fany noona..” kata Taemin

“ah sudahlah, ayo lanjutkan”

“hmm enak-enak makanan punya kalian” kata Sooyoung yang baru datang dari dapur

“ah dasar shiksin” kata Taeyeon

“jadi sekarang aku harus menusuk jariku untuk meneteskan darah ke telinga itu?” tanya Taemin

“Tepat sekali” jawab Taeyeon

Taemin mulai menusuk tangannya, dan meneteskan darahnya ke gambar telinga tersebut

“ah” Taemin mulai melemas dan tidak sadarkan diri

***

- TAEMIN -

Apa yang harus aku lakukan kali ini? Haruskah aku mencari gulungan yang sama persis dengan yang ditemukan oleh Key hyung? Ah sebaiknya aku menyusuri tempat ini dulu. Hem tempatnya memang menyeramkan, namun aku tidak takut. Aku adalah laki-laki pemberani. Ne, laki-laki pemberani hwaiting Taeminnie!! Aku mulai berjalan lagi

“Taemin-ah, cari kotaknya” aku mendengar suaraku sendiri.

“Ne, kau Taemin kedua ya?” tanyaku polos, karna aku tak tahu apa-apa tentang ini

“Taemin-ah aku bukan Taemin kedua, tapi aku adalah Taemin. Taemin tidak ada dua, Taemin hanya ada satu. Taemin yang satu itu adalah Taemin yang hebat, Taemin yang bisa menyelamatkan temannya dari bahaya.” Kata Taemin yang aku anggap adalah Taemin kedua itu

“baiklah. Lalu mengapa kau ada disini?” tanyaku pada Taemin

“Jika kamu memang benar-benar mau menyelamatkan teman-temanmu, coba cari kotak di sekitar sini, dan pulanglah melewati pintu sebelah sana” perintahnya

“baiklah Taeminnie-ah” kataku dan dia tersenyum

Baik, yang di sebelah sana! Aku pergi ke kotak itu dan mengambil kotak itu. Aku melihat sekeliling, tak ada seorangpun disana. Aku memutuskan untu langsung pergi dari tempat itu. Ya! Teman-teman, aku pulang!! Aku membuka pintunya.

***

“Ya! Taeminnie-ah!” panggil Key

“Hyung, aku berhasil, ini kotaknya. Eh? Tapi bagaimana kotak ini bisa mendarat di tanganku?” tanya Taemin sambil menggaruk kepalanya

“tadi sewaktu kau tak sadarkan diri, barang itu tiba-tiba muncul” jelas Heechul

“oh, begitu.. eh? Ada Heechul hyung dan Leeteuk hyung disini?” balas Taemin

“hehe ne. Aku dipanggil oleh Taeyeon” jelas Leeteuk

“lalu? Sekarang giliranku kan?” tanya Minho

“Sebentar dulu, Heechul oppa, bagaimana waktu itu?” tanya Taeyeon

“Tusuk jarimu, teteskan darahmu ke lubang kunci kotak itu” jelas Heechul

“Berarti aku harus menusuk ketiga jariku sekaligus atas hukumanku menyentuh mata Key dan telinga Taemin?” tanya Minho

“benar” jawab Taeyeon

Minho menusuk ketiga jarinya. TES TES TES

Brug

***

- MINHO -

Ini giliranku! Aku harus menyelamatkan teman-temanku. Teman-temanku yang sangat aku sayangi. Eh? Itu siapa? Sepertinya aku mengenali orang yang terlihat COOL itu.

Minho? Ayo selamatkan temanmu.” Perintahnya

“Mengapa kau terlihat seperti aku? Kau COOL sekali ya” kataku yang heran karna ada diriku yang lain di dunia ini

“kekeke Minho-ah, ambil papan itu. Dan pulanglah ke alamu.” Perintahnya lagi. Mengapa ia selalu memerintahku? Dasar plagiat wajahku

“Tunggu dulu. Apa mungkin kau kembaranku yang sudah meninggal sejak bayi makanya aku tidak pernah mengetahuimu?” tanyaku padanya

“hehehe Minho-ah, kau tidak punya kembaran. Aku hanyalah dirimu yang satunya lagi. Sudahlah ayo selamatkan teman-temanmu, ambil papan itu” aku tidak mengerti dengan maksudnya ‘dirimu yang satunya lagi’ aku hanya terdiam disana.

“Ya! Minho-ah ka harus segera menyelamatkan teman-temanmu!” Perintahnya lagi. Aku pergi dari situ dan mulai mencari papan yang dimaksudkan untuk menyelamatkan teman-temanku yang berharga itu.

Ne, ini dia. Ketemu! Lalu bagaimana caraku pulang? Wossssh tiba-tiba ada angin kencang disertai cahaya silau yang muncul dari papan itu dan…

***

Minho! Kau berhasil!” teriak Onew setelah Minho sadarkan diri

“Hyung.. sekarang giliranmu kan?” tanya Minho seraya berusaha membangunkan dirinya sendiri

“Ne, Leeteuk hyung.. bagaimana caranya?” tanya Onew

“Kali ini kau harus benar-benar mempertaruhkan nyawamu Onew..”

“aku siap demi dongsaeng-dongsaengku” kata Onew semangat

“Teteskan juga darahmu ke papan itu” perintah Leeteuk

“hwaiting hyung!” teriak Key menyemangati Onew

Onew mulai meneteskan darahnya TES TES TES

Tapi tidak terjadi apa-apa

“Taeyeon, Teukie hyung.. mengapa tak ada effect-nya? Apa ini artinya aku gagal?” tanya Onew sambil menatapi lukanya dengan penuh keputus asa-an

“Tidak! Hyung tidak boleh gagal memasuki ruangan yang sudah ketiga dongsaengku masuki!” bentak Jonghyun

“Tidak! Belum! Onew belum gagal, ambilkan gelas!! Cepat!” perintah Leeteuk sedikit menaikan nadanya

“Ne. Sebentar Teukie-ah” kata Heechul sambil buru-buru beranjak dari duduknya dan pergi ke dapur

Beberapa saat kemudian

“Ini gelasnya” kata Heechul sambil menyerahkan gelasnya ke Leeteuk

TES TES TES

Beberapa tetes darah mengalir dari ujung papan itu

“Ini.. Minum ini dongsaeng-ah” kata Leeteuk sambil memberikan gelasnya pada Onew

“maksud hyung? Aku harus meminum ini?” tanya Onew sambil meneguk ludahnya

“iya. Jika kamu ingin semua selamat” kata Taeyeon

“baiklah” Gluk Gluk Gluk Onew meminum darah itu

***

- ONEW -

Aku adalah peserta terakhir. Ini saatnya aku berurusan dengan…

“Jinki” terdengar suara yang benar-benar aku hafal, suara lembut itu.

“Siapa kau ini?” tanyaku karna terkejut melihat diriku ada di hadapanku saat ini

“Aku jiwamu yang lain” apa? Aku harus berrurusan dengan jiwaku yang lain?

“Cari amplop itu sampai ketemu lalu kau tempelkan jarimu yang berdarah bekas tusukan jarum itu ke perekat amplopnya” perintahnya.

Aku mulai mencari amplop merah itu. Sudah agak-agak lama aku mencarinya, tapi tidak juga ketemu. Tapi aku harus berjuang demi dongsaeng-dongsaengku yang menyayangiku dan juga kusayangi. Ayo LEE JINKI hwaiting! Ah apa itu? Cahaya menyilaukan itu bisa membuat mataku rusak. Hmm tapi perlahan cahaya itu hilang. Tapi, sepertinya disana ada sesuatu.

AMPLOPNYA!! Ne. Benar itu amplopnya. Aku segera mendatangi tempat itu. Ini dia. Aku segera menempelkan jariku yang terluka ke perekat amplopnya. Ah apa itu? Aaargh aku tak sanggup melihat pemandangan itu!! Apakah itu yang akan dongsaengku terima jika aku tidak berhasil kali ini? Dongsaengku dapat hukuman memenggal kepalanya sendiri? TIDAK itu tidak boleh terjadi.

Tapi mengapa tidak ada reaksi sedikitpun? Padahal aku sudah menempelkan jariku ini, apa mungkin aku harus meneteskan darah lagi? Ne. mungkin itu yang harus kulakukan. Aku mencari alat yang bisa kutusukan. Ah? Tadi Key yang dipenggal, setelah ia dipenggal, sekarang Taemin? Apa mungkin ini adalah waktu? Ah jangan-jangan aku harus berhasil meneteskan darahku lagi sebelum giliran kepalaku dipenggal tiba? Nah itu dia! Aku langsung menemukannya, jarumnya. Aargh ini memang sakit, tapi demi semua orang yang kusayangi, aku lakukan ini. Hampir giliran Minho dan…

- b e r s a m b u n g -