A Red Envelope - FanFiction (Chapter END)

“Onew hyung, kau berhasil!!” kata Taemin sambil memeluk Onew

“Bagus! Good job dongsaeng-ah” kata Leeteuk sambil menepuk pundaknya

CLAP “aargh” teriak semua orang yang ada disana

Beberapa saat kemudian CLAP

“fiuhh”

“ah barang-barangnya hilang” kata Key sambil melihat ke sekeliling

“kerja sama yang bagus dongsaeng-ah” kata Heechul

“hwaiting!!” kata Taeyeon sambil mengepalkan tangannya

“menjadi leader memang pekerjaan yang berat” kata Onew

“Ne. Kita harus menjaga dongsaeng-dongsaeng kita” tambah Taeyeon

“benar sekali” balas Leeteuk

“Tapi, ternyata terror ini tidak terlalu mengerikan” kata Key

“Bagimu tidak mengerikan. Tapi di alamku itu mengerikan. Aku melihat kepala Key dan Taemin dipenggal, saat giliran Minho aku keburu berhasil kabur dari tempat itu” jelas Onew

“MWO? LEHERKU? DIPENGGAL?” tanya Key seraya membelalakan matanya

“Ne, seperti itulah, waktu itu aku hanya sempat melihat Ryeowook dipenggal” kata Leeteuk

“kalau aku sudah hampir semuanya, tinggal aku sendiri yang dipenggal, tetapi akhirnya aku berhasil” kata Taeyeon

“Bagaimana dengan Victoria noona? Dia melihat siapa saja yang dipenggal?” tanya Taemin

“kalau tidak salah ia sudah melihat Krystal..” kata Taeyeon seraya mengingat-ingat

“bukan unnie.. tapi Sulli juga, kalau tidak salah Sulli peserta ketiga, berarti dia sama seperti unnie” balas Sooyoung

“Sulli peserta ketiga, tetapi Victoria berhasil keluar pada saat pemenggalan Sulli dimulai” tambah Leeteuk

“Sudahlah.. mengapa jadi membahas kasus F(X)?” kata Onew

“Minnie duluan” kata Key

DRAG

“Siapa itu?” Tanya Jonghyun heran, dia pun pergi ke pintu. Namun naas, nasib Jonghyun saat itu benar-benar tidak beruntung

“aaargh” teriak Jonghyun kesakitan karna terbanting ke tembok akibat tubrukan hebat yang ia alami

“hiaaat ciatt!! Aku dengar kalian dapat terror? Ada yang terluka diantara kalian berempat? Bagaimana dengan pemain bola kita? Sehat-sehat saja? Tukang masak? Penari kita bagaimana? Leader dubu bagaimana?” tanya Changmin yang baru datang tiba-tiba nyerocos

“ada yang mau aku masakan sesuatu? Oh! Bagaimana Key? Baik-baik saja? Ada yang terluka akibat hantu-hantunya tidak?” tanya Jaejoong yang sama-sama baru datang

“aku terluka!!” teriak Jonghyun dari mulut dorm SHINee

“JongJong-ah!” Changmin langsung pergi ke pintu dorm, diikuti Jaejoong

Mereka berdua menggotong Jonghyun ke ruang tengah

“Leeteuk hyung!! Taeyeon! Sooyoung!! Awaaas! Ada yang terluka!” teriak Jaejoong

“Ya! Ya! Ya! Kalian ini kenapa?” tanya Leeteuk seraya beranjak dari duduknya

“hyung!! Jonghyun terluka!!” bentak Changmin. Semua orang terdiam sejenak. Hero dan Max menatap ke arah Jonghyun yang mencoba untuk beranjak dari posisi tidurnya.

“heheheh Mianhae hyung.. dongsaeng..” Changmin hanya nyengir melihat semua orang yang disana menatap tajam ke arah Jaejoong dan Changmin

“HEROOOO!!!! MAAAAX!!!!” teriak Leeteuk dan Heechul.

“HYUUUUNG!!!!” teriak anak-anak SHINee

“OPPAAAA!!” teriak Sooyoung dan Taeyeon

“KALIAN BERDUAAAAA!!!! MAU MEMBUAT KERUSUHAN YAA?” teriak anak-anak sedorm kompak

Jaejoong dan Changmin cuma nyengir dan buru-buru ngacir keluar.

Di luar dorm SHINee.

“Hyung.. Mengapa kita diusir? Kan kita mau membantu mereka?” tanya Changmin

“sepertinya terrornya sudah selesai, dan kita terlalu sibuk mengurusi Jonghyunnie, padahal yang kena terror kan Onew, Key, Minho, dan Taemin” jelas Jaejoong

“memang susah menjadi orang baik” kata Changmin

“Ne. Begitulah. Sabar saja ya dongsaeng-ah”

“yasudah kita kembali ke dorm saja ya hyung”

“iya”

“I got you~~” Changmin berjalan sambil menyanyi

“Under my skin~~” tambah Jaejoong

Di dalam dorm SHINee.

“Mereka dasar.. ckck padahal sunbae kita, tapi tingkah lakunya amat menganehkan” kata Leeteuk

“Sama anehnya seperti Super Junior –T dan Happy ya hyung?” tanya Taemin dengan polosnya

Leeteuk dan Heechul menatap tajam ke arah Taemin

“Kalian mem…” tanpa sempat Taemin meneruskan omongannya tiba-tiba tangan Key yang lembut mendarat di bibirnya Taemin

“Minnie-ah hentikan!!” bisik Key

“hem sudah yuk kita pulang saja ke dorm.” Ajak Sooyoung

“yasudah ayo.. annyeong SHINee” kata Taeyeon

“annyeong dongsaeng-ah” kata Leeteuk dan Heechul

“annyeong sunbae ah” kata Key

“Terror ini sangat melelahkan ya” kata Onew

“iya, tapi kenapa Sulli tidak ikut datang ke sini ya? Padahal kan dia ikut di terror juga. Mengapa tidak ada anggota F(X) yang mengunjungi kita?” kata Taemin

“ehem.. Ya! Ya! Taeminnie-ah kau menyukai Sulli ya?” tanya Key sambil menatap tajam ke arah Taemin

“Tidak hyung!” jawab Taemin

“atau Krystal?” tanya Key lagi

“Tidak kok hyung..”

“aaaaaaaaaaaaaaaaarrgh~~~” terdengar suara teriakan Minho dan Jonghyun dari dapur

“kalian kenapa? Ada hantu lagi?” tanya Onew sambil lari ke arah dapur, diikuti Key dan Taemin

“MAKANAN KITA HILAAANG!!” teriak Jonghyun lagi. Terdiam sejenak, kelima anak itu saling berganti tatapan

“SOOYOUNG NOONAAAAAAA!!!!” teriak kelima anak SHINee.

“Pantas saja tadi dia mengajak pulang duluan.. Rupanya tidak mau ketahuan kalau dia yang merampas makanan kita ya?” kata Taemin sambil mengepalkan tangannya

“Ayo ke dorm SoShi!! Kita pinta hak kita!!” tambah Taemin

“Taeminnie-ah sudahlah, nanti kita beli saja lagi” kata Key, Taemin mengerucutkan bibirnya

“Jangan-jangan, niat mereka datang kesini memang mau meminta makannan lagi..” kata Onew menerka-nerka

Di dorm SoShi

“kekeke, unnie aku berhasil mencuri ini” kata Sooyoung sambil mengeluarkan makanan dari kantongnya

“ah dasar shikshin.. kau ini memalukan sekali.. itu kan punya SHINee” kata Taeyeon. Sooyoung nyengir dan tiba-tiba mata semua orang menatap tajam sang shikshin

“Jangan-jangan kau memakan habis persediaan makanan milik SHINee ya?” tanya Jessica

“kekeke begitulah” jawab Sooyoung seraya membuka bungkusan snack yang ia curi

“CHOI SOOYOUNG!!!! MEMALUKAN!!” teriak anak se-dorm

Di dorm F(X)

“oh, benarkah oppa?” tanya Luna yang sedang ditelfon seseorang

“iya, tapi mereka sudah selamat” saut orang dibalik telfon

“oh syukurlah oppa, terima kasih infonya” Luna menyimpan gagang telfonnya

“Menurut Heechul oppa, SHINee juga kena terror, tadi SuJu dan SoShi berkumpul di dormnya SHINee, tapi tidak semuanya. Dan akhirnya Jaejoong oppa dan Changmin oppa hanya mengacau acara disana” jelas Luna

“APA? Kenapa si Heechul oppa tidak bilang dari tadi? Aku kan ingin ikut ke dorm SHINee”

“Oh, Sulli.. kau ingin melihat Taemin oppa ya?” tanya Krystal menatap tajam temannya itu

“Tidak! Aku hanya ingin lihat bagaimana mereka menyelesaikan terrornya” balas Sulli

“Ah masa??” tanya Krystal semakin menatap tajam

“Ah bilang saja kau juga ingin bertemu Key oppa, iya kan?” tanya Sulli membalas tatapan tajamnya Krystal, Krystal hanya mengerucutkan bibirnya

Di dorm DBSK

“Hyung, SHINee selamat?” tanya Yoochun

“Ne, hanya Jonghyun yang tidak selamat” jawab Jaejoong

“apa? JongJong tidak selamat?” tanya Yunho

“Ne” jawab Changmin polos

“Bukannya JongJong tidak kena terror?” tanya Junsu heran

“Memang tidak kena terror, tapi dia bertabrakan dengan kami di pintu dorm SHINee, sehingga dia terbentur ke tembok..” jelas Jaejoong

“Tragis sekali” balas Junsu

- s e l e s a i -

A Red Envelope - FanFiction (Chapter 3)

“coba yang kanan” perintah Sooyoung

“hmm ne..”

Key kembali menusukan jarumnya ke telunjuknya

“argh.. Kali ini terasa sakit..” kali ini usahanya tidak sia-sia. Telunjuk Key berhasil mencucurkan darah

“cepat, teteskan ke perekatnya!!” perintah Taeyeon

TES. TES. TES

DRAGG WOOSH tiba-tiba jendela dorm terbuka dan angin bertiup kencang

“argh mataku sepertinya kelilipan” kata Key sambil mengucek matanya

“Lihat!! Mata Key hyung tidak lagi ada di amplop itu!” Kata Taemin

“Ne~” kata Onew lalu meraih amplopnya

“Mengapa gelap?” tanya Key

“kyaaaaa~~” teriak Jonghyun, Taemin, Onew dan Minho

“MATAMU KEY!!” teriak Onew

“Tenang oppa!! Matanya akan baik-baik saja.. percaya padaku oppa..” kata Sooyoung

BRUG tubuh Key melemas dan tiba-tiba terjatuh

“Key-ah!” teriak Jonghyun

“Di alam lain ia akan menemukan petunjuk mengenai pelepasan terror yang kedua.. Tenang saja, dia akan selamat” kata Sooyoung

“Lalu apa yang harus kami lakukan sekarang?” tanya Jonghyun

“menunggu Key kembali dari alam sana” kata Taeyeon

***

- KEY -

aigoo.. Pusing sekali.. ah? Apa itu? Aku mendekati kedua benda berbentuk bulat melayang dan memancarkan cahaya yang sangat menyilaukan. Ah? Itu mata, ne. Tepat sekali, itu adalah mata. Tapi entah mengapa aku tidak merasa takut sedikitpun. Perlahan dari mata itu terbentuk manusia, lama-lama aku mengenali wajah, postur tubuh, dan suaranya..

“Kim Kibum”

ia memanggilku. Aku menjawabnya “Ne. Kau siapa?”

aku menanyakannya karna aku rasa ada yang janggal dari dirinya.

“aku adalah kau.. Key” jawabnya.

Aku sama sekali tidak mengerti maksudnya. Ne, wajah, postur tubuh, dan suaranya memang benar-benar aku. Tapi apa mungkin ada aku di hadapanku sedangkan aku ada disini.

“ayo ikut aku” tadinya aku bermaksud menanyakan apa yang ia maksud, tetapi ia mengajaku pergi ke suatu tempat, lebih baik aku mengikutinya.

“ambil gulungan itu, lalu kembalilah ke asalmu dengan cara mencari cahaya yang datang dari arah langit di sekitar sini” perintahnya.

Aku mulai berjalan ke arah gulungan yang ditunjuknya. Aku sudah menggenggam gulungannya.

“ini maksudmu?” aku bertanya pada diriku yang satunya, tetapi aku tidak mendengar suaranya lagi.

Aku menoleh ke arahnya, ternyata ia sudah lenyap. Mungkin memang ini gulungan yang Key maksud. Aku segera mencari cahaya yang dimaksudnya. Ah! Itu dia! Aku melihatnya. Ne, aku benar-benar melihatnya. Aku mendekati cahaya itu. Disana aku melihat ada Onew hyung, Minho, dan juga Taeminnie.

Mereka meminta tolong padaku “Hyung selamatkan aku” terdengar suara lembutnya yang khas.

Ne, dia dongsaeng-ku yang kusayangi.

“Pasti! Pasti Taeminnie-ah!” balasku sambil melambaikan tanganku padanya.

Tiba-tiba aku kembali ke alam ku yang asli, dan melihat wajah-wajah cemas dari Hyung, Minho dan Taemin.

***

“Hyung, kau cepat sekali! Tidak sampai 5 menit kami menunggumu” kata Taemin dengan wajah sumringah

“cepat? Aku fikir, aku lama sekali ada di alam yang berbeda itu” balas Key

“sudah-sudah tidak usah mengurusi hal yang seperti itu. Buka gulungannya” perintah Taeyeon

“eh ngomong-ngomong ada makanan tidak? Aku lapar” tanya Sooyoung

“Dasar noona.. Ambil saja di kulkas” kata Taemin

Sooyoung pergi ke dapur. Sementara Taeyeon dan yang lain sedang membaca gulungan terror itu.

“Darah!! Aku butuh darah! Darah!!”

“Hanya tertulis seperti ini? Kalau begini apa yang harus kami lakukan?” tanya Key

“Darah orang kedua. Siapa diantara kalian yang melihat hal aneh untuk yang kedua kali?” tanya Taeyeon

“Taemin” jawab Onew

“Ne, aku orang keduanya” balas Taemin

“coba kalian lihat, apa disini ada gambar telinganya?” tanya Taeyeon

“ada, disebelah sini.” Kata Minho sambil menyentuh gambar telinganya

“jangan sentuh!!” larang Taeyeon. Tapi ia terlambat memberitahukannya. Tangan Minho keburu menyentuh telinganya

“memang kenapa noona?” tanya Key

Minho peserta keberapa?” tanya Taaeyeon

“ketiga” jawab Minho

“fiuhh. Untung kau bukan keempat. Karna jika kamu menyentuh salah satu gambar dari organ tubuh peserta lain itu berarti kamu harus mengeluarkan darahmu dari organ tubuhmu yang diterror juga” jelas Taeyeon

“MWO? Tadi aku sudah menyentuh mata Key yang ada di alat perekatnya itu juga.. apa aku harus mengeluarkan darah dari keenam jariku?” tanya Minho

“tidak. Hanya tiga” jawab Taeyeon

“noona tahu mengenai itu dari mana?” tanya Jonghyun

“waktu itu. Fany iseng mencari buku tentang mistery di sebuah perpustakaan, ia mendapatkan buku panduan itu, dan tanpa melihat isinya ia langsung saja membawa bukunya ke dorm SoShi. Ternyata di dalamnya ada amplop itu. Setelah SoShi berhasil keluar dari jeratan terror itu, amplop yang kini berada di tangan kalian juga menerror SuJu, DBSK, dan F(X). Di SuJu, orang yang kena terror itu Heechul oppa, Ryeowook oppa, Leeteuk oppa, dan Yesung oppa. Di DBSK hanya Junsu oppa yang tidak diterror. Di F(X) hanya Amber yang tidak di terror. Dan sekarang kalian hanya Jonghyun yang tidak diterror. Dan kita hanya tinggal menunggu terror selanjutnya” terang Taeyeon

“jadi semua ini berawal dari…” Minho menahan perkataannya

“Ne, semua ini berawal dari SoShi.. Stephanie Hwang.. Ia yang menyebabkan semua ini terjadi” tambah Taeyeon

“Jangan menyalahkan SoShi dan juga Fany noona..” kata Taemin

“ah sudahlah, ayo lanjutkan”

“hmm enak-enak makanan punya kalian” kata Sooyoung yang baru datang dari dapur

“ah dasar shiksin” kata Taeyeon

“jadi sekarang aku harus menusuk jariku untuk meneteskan darah ke telinga itu?” tanya Taemin

“Tepat sekali” jawab Taeyeon

Taemin mulai menusuk tangannya, dan meneteskan darahnya ke gambar telinga tersebut

“ah” Taemin mulai melemas dan tidak sadarkan diri

***

- TAEMIN -

Apa yang harus aku lakukan kali ini? Haruskah aku mencari gulungan yang sama persis dengan yang ditemukan oleh Key hyung? Ah sebaiknya aku menyusuri tempat ini dulu. Hem tempatnya memang menyeramkan, namun aku tidak takut. Aku adalah laki-laki pemberani. Ne, laki-laki pemberani hwaiting Taeminnie!! Aku mulai berjalan lagi

“Taemin-ah, cari kotaknya” aku mendengar suaraku sendiri.

“Ne, kau Taemin kedua ya?” tanyaku polos, karna aku tak tahu apa-apa tentang ini

“Taemin-ah aku bukan Taemin kedua, tapi aku adalah Taemin. Taemin tidak ada dua, Taemin hanya ada satu. Taemin yang satu itu adalah Taemin yang hebat, Taemin yang bisa menyelamatkan temannya dari bahaya.” Kata Taemin yang aku anggap adalah Taemin kedua itu

“baiklah. Lalu mengapa kau ada disini?” tanyaku pada Taemin

“Jika kamu memang benar-benar mau menyelamatkan teman-temanmu, coba cari kotak di sekitar sini, dan pulanglah melewati pintu sebelah sana” perintahnya

“baiklah Taeminnie-ah” kataku dan dia tersenyum

Baik, yang di sebelah sana! Aku pergi ke kotak itu dan mengambil kotak itu. Aku melihat sekeliling, tak ada seorangpun disana. Aku memutuskan untu langsung pergi dari tempat itu. Ya! Teman-teman, aku pulang!! Aku membuka pintunya.

***

“Ya! Taeminnie-ah!” panggil Key

“Hyung, aku berhasil, ini kotaknya. Eh? Tapi bagaimana kotak ini bisa mendarat di tanganku?” tanya Taemin sambil menggaruk kepalanya

“tadi sewaktu kau tak sadarkan diri, barang itu tiba-tiba muncul” jelas Heechul

“oh, begitu.. eh? Ada Heechul hyung dan Leeteuk hyung disini?” balas Taemin

“hehe ne. Aku dipanggil oleh Taeyeon” jelas Leeteuk

“lalu? Sekarang giliranku kan?” tanya Minho

“Sebentar dulu, Heechul oppa, bagaimana waktu itu?” tanya Taeyeon

“Tusuk jarimu, teteskan darahmu ke lubang kunci kotak itu” jelas Heechul

“Berarti aku harus menusuk ketiga jariku sekaligus atas hukumanku menyentuh mata Key dan telinga Taemin?” tanya Minho

“benar” jawab Taeyeon

Minho menusuk ketiga jarinya. TES TES TES

Brug

***

- MINHO -

Ini giliranku! Aku harus menyelamatkan teman-temanku. Teman-temanku yang sangat aku sayangi. Eh? Itu siapa? Sepertinya aku mengenali orang yang terlihat COOL itu.

Minho? Ayo selamatkan temanmu.” Perintahnya

“Mengapa kau terlihat seperti aku? Kau COOL sekali ya” kataku yang heran karna ada diriku yang lain di dunia ini

“kekeke Minho-ah, ambil papan itu. Dan pulanglah ke alamu.” Perintahnya lagi. Mengapa ia selalu memerintahku? Dasar plagiat wajahku

“Tunggu dulu. Apa mungkin kau kembaranku yang sudah meninggal sejak bayi makanya aku tidak pernah mengetahuimu?” tanyaku padanya

“hehehe Minho-ah, kau tidak punya kembaran. Aku hanyalah dirimu yang satunya lagi. Sudahlah ayo selamatkan teman-temanmu, ambil papan itu” aku tidak mengerti dengan maksudnya ‘dirimu yang satunya lagi’ aku hanya terdiam disana.

“Ya! Minho-ah ka harus segera menyelamatkan teman-temanmu!” Perintahnya lagi. Aku pergi dari situ dan mulai mencari papan yang dimaksudkan untuk menyelamatkan teman-temanku yang berharga itu.

Ne, ini dia. Ketemu! Lalu bagaimana caraku pulang? Wossssh tiba-tiba ada angin kencang disertai cahaya silau yang muncul dari papan itu dan…

***

Minho! Kau berhasil!” teriak Onew setelah Minho sadarkan diri

“Hyung.. sekarang giliranmu kan?” tanya Minho seraya berusaha membangunkan dirinya sendiri

“Ne, Leeteuk hyung.. bagaimana caranya?” tanya Onew

“Kali ini kau harus benar-benar mempertaruhkan nyawamu Onew..”

“aku siap demi dongsaeng-dongsaengku” kata Onew semangat

“Teteskan juga darahmu ke papan itu” perintah Leeteuk

“hwaiting hyung!” teriak Key menyemangati Onew

Onew mulai meneteskan darahnya TES TES TES

Tapi tidak terjadi apa-apa

“Taeyeon, Teukie hyung.. mengapa tak ada effect-nya? Apa ini artinya aku gagal?” tanya Onew sambil menatapi lukanya dengan penuh keputus asa-an

“Tidak! Hyung tidak boleh gagal memasuki ruangan yang sudah ketiga dongsaengku masuki!” bentak Jonghyun

“Tidak! Belum! Onew belum gagal, ambilkan gelas!! Cepat!” perintah Leeteuk sedikit menaikan nadanya

“Ne. Sebentar Teukie-ah” kata Heechul sambil buru-buru beranjak dari duduknya dan pergi ke dapur

Beberapa saat kemudian

“Ini gelasnya” kata Heechul sambil menyerahkan gelasnya ke Leeteuk

TES TES TES

Beberapa tetes darah mengalir dari ujung papan itu

“Ini.. Minum ini dongsaeng-ah” kata Leeteuk sambil memberikan gelasnya pada Onew

“maksud hyung? Aku harus meminum ini?” tanya Onew sambil meneguk ludahnya

“iya. Jika kamu ingin semua selamat” kata Taeyeon

“baiklah” Gluk Gluk Gluk Onew meminum darah itu

***

- ONEW -

Aku adalah peserta terakhir. Ini saatnya aku berurusan dengan…

“Jinki” terdengar suara yang benar-benar aku hafal, suara lembut itu.

“Siapa kau ini?” tanyaku karna terkejut melihat diriku ada di hadapanku saat ini

“Aku jiwamu yang lain” apa? Aku harus berrurusan dengan jiwaku yang lain?

“Cari amplop itu sampai ketemu lalu kau tempelkan jarimu yang berdarah bekas tusukan jarum itu ke perekat amplopnya” perintahnya.

Aku mulai mencari amplop merah itu. Sudah agak-agak lama aku mencarinya, tapi tidak juga ketemu. Tapi aku harus berjuang demi dongsaeng-dongsaengku yang menyayangiku dan juga kusayangi. Ayo LEE JINKI hwaiting! Ah apa itu? Cahaya menyilaukan itu bisa membuat mataku rusak. Hmm tapi perlahan cahaya itu hilang. Tapi, sepertinya disana ada sesuatu.

AMPLOPNYA!! Ne. Benar itu amplopnya. Aku segera mendatangi tempat itu. Ini dia. Aku segera menempelkan jariku yang terluka ke perekat amplopnya. Ah apa itu? Aaargh aku tak sanggup melihat pemandangan itu!! Apakah itu yang akan dongsaengku terima jika aku tidak berhasil kali ini? Dongsaengku dapat hukuman memenggal kepalanya sendiri? TIDAK itu tidak boleh terjadi.

Tapi mengapa tidak ada reaksi sedikitpun? Padahal aku sudah menempelkan jariku ini, apa mungkin aku harus meneteskan darah lagi? Ne. mungkin itu yang harus kulakukan. Aku mencari alat yang bisa kutusukan. Ah? Tadi Key yang dipenggal, setelah ia dipenggal, sekarang Taemin? Apa mungkin ini adalah waktu? Ah jangan-jangan aku harus berhasil meneteskan darahku lagi sebelum giliran kepalaku dipenggal tiba? Nah itu dia! Aku langsung menemukannya, jarumnya. Aargh ini memang sakit, tapi demi semua orang yang kusayangi, aku lakukan ini. Hampir giliran Minho dan…

- b e r s a m b u n g -